Selasa, 14 Mei 2013

TUGAS IBD "MANUSIA DAN KESUSASTRAAN" (RIVKY EKA HERIANTO / 16112499 / 1 KA 21)

PENGERTIAN SASTRA

Ada bermacam-macam perngertian sastra namun disini saya menjelaskan beberapa pengertian dari sastra yang pernah diungkapkan oleh banyak orang :
Sastra adalah seni berbahasa.
Sastra adalah ungkapan spontan dari perasaan yang mendalam.
Sastra adalah ekspresi pikiran (pandangan, ide, perasaan, pemikiran) dalam
bahasa.Sastra adalah inspirasi kehidupan yanag dimateraikan dalam sebuah bentuk keindahan.
Sastra adalah buku-buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang mendalam dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan, dan bentuk yang mempesona.
Sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakainan dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat bahasa.


PERANAN SASTRA

Semua sektor kehidupan, seluruh aktivitas manusia tak bisa membebaskan diri dari bahasa. Bahkan olahraga yang jelas-jelas menitikberatkan pada aktivitas raga, tetap saja membutuhkan bahasa dalam menumbuhkan dan mengembangkan dirinya. Dengan cakupan yang begitu dahsyat, sastra tidak mungkin tidak berguna. Demikianlah mahasiswa yang sedang menekuni berbagai jurusan, akan selalu, suka tak suka berhubungan dengan sastra.
Bagaimana dengan puisi dan prosa yang merupakan bagian dari kesusastraan (baca: sastra yang indah). Apakah puisi dan prosa juga berguna bagi semua mahasiswa, sehingga bukan saja jurusan bahasa dan sastra tapi juga jurusan sosial, ekonomi dan eksakta berkepentingan mengkaji sastra? Apa seorang yang ingin menjadi insinyur, dokter, diplomat, pengusaha, perwira, pemimpin politik, ahli hukum, negarawan dan ulama, perlu membaca sastra?
Kesusastraan (prosa dan puisi) sesungguhnya terkait dengan seluruh aspek kehidupan. Hanya saja karena pemaparannya menempuh lajur rekaan imajinasi, sehingga nampak semu. Tapi dalam kesemuannya itu, sastra merefleksikan fenomena hidup beragam dengan mendalam, mengikuti cipta-rasa-karsa penulisnya.
Untuk itu memang diperlukan kesiapan: apresiasi, interpretasi dan analisis, sehingga dunia rekaan di dalam sastra jelas kaitannya dengan seluruh aspek kehidupan. Kritik sebagai perangkat penting yang sesungguhnya berfungsi menunjukkan arti kehadiran sastra, kebetulan sangat parah di Indonesia, sehingga kehadiran sastra semakin tenggelam hanya sebagai hiburan.

ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA

Dalam bahasaIndonesia prosa/narrative fiction/prose fiction/fiction sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi dan umumnya dipakai untuk roman, novel atau cerita pendek.

Dalam kesusastraanIndonesiaprosa terbagi menjadi dua jenis yaitu:

1.Prosa Lama, meliputi:

    Dongeng
    Hikayat
    Sejarah
    Epos
    Cerita pelipur lara

2.Prosa Baru, meliputi :

    Cerita Pendek
    Roman/novel
    Biografi
    Kisah
    Otobiografi

C.NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI

Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, karya sastra (prosa fiksi) secara langsung atau tidak langsung membawakan pesan, nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antra lain :

    memberikan kesenangan
    memberikan informasi
    memberikan warisan kultural
    memberikan keseimbangan wawasan

D.ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI

Puisi termasuk sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian merupakan unsur kebudayaan. Jika diberi batasan puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.

Kepuitisan, keratistikan atau keestetikaan bahasa puis disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :

1.Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.

2.Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.

3.Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, be perasaan dan asosiasi-asosiasi tertentu.

4.Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.

5.Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifikasikan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

Kesimpulan :
jadi , Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut PENGALAMAN PERWAKILAN. Dengan adanya pengalaman perwakilan, puisi dapat memberikan kesadaran yang penting untuk melihat dan mengerti banyak tentang diri sendiri dan masyarakat. Pendekatan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut Imaginative Entry yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar